TP FAS Akan Sediakan Air Bersih

Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, A Faisal A Sapada, mengaku akan mengatasi kurangnya ketersedian air bersih, jika kelak mereka dipercaya memimpin Bandar Madani.
Menurut Taufan, mengatasi ketersediaan air bersih di Parepare harus dilakukan dengan dua hal, yakni program jangka pendek dan program jangka panjang.
Hal tersebut diungkapkan Taufan sesaat setelah kegiatan pengukuhan tim Sikamali Sangtorayan yang juga dihadiri oleh calon Wakil Walikota Faisal Andi Sapada di kediaman Taufan Pawe beberapa waktu lalu.

Taufan mengatakan wilayah Parepare yang terdiri atas dataran rendah dan tinggi menjadi masalah tersendiri dalam distribusi air bersih.
Dan yang paling banyak mengeluhkan ketersediaan air ini adalah mereka yang berada di daerah dataran tinggi. Oleh karena itu, Ketua DPD II Golkar Parepare itu berpendapat bahwa salah satu cara untuk mengatasi persoalan tersebut adalah dengan membuat tempat penampungan air yang berukuran besar atau reservoir.

Selain membuat penampungan air yang disebutnya sebagai program jangka pendek, pihaknya juga akan mencanangkan program jangka panjang berupa pemanfaatan tekhnologi tinggi yang nantinya akan digunakan untuk mencari sumber air dengan juga melibatkan tenaga ahli.
Diakui Taufan, tekhnologi PDAM saat ini memang masih sederhana dan hanya memanfaatkan sumber air dari sungai Karajae dan sumur bor di Jompie.

“Penggunaan tekhnologi tinggi ini memang membutuhkan dana yang cukup besar. Bila kami terpilih memimpin Parepare nanti, maka kami akan mencarikan penunjang dana program tersebut dari luar dan tidak menggunakan dana APBD,” tandasnya.

Faisal Andi Sapada, pasangan calon Wakil Walikota Taufan Pawe menambahkan bahwa pendekatan investasi dalam pembangunan sektor air bersih dipengaruhi oleh tiga faktor. Pertama adalah karakteristik air baku, yang memperhatikan jenis sumber air, kuantitas dan kualitas, serta debit andalan.
Kedua terkait kebijakan pemerintah, yang memfokuskan kepada penataan ruang, pertumbuhan ekonomi dan investasi, dan demografi. Serta yang ketiga adalah pelibatan teknologi tinggi (high technology) dalam memproduksi yang mempertimbangkan efisiensi ekonomi, distribusi, dan cakupan pelayanan.

“Faktor-faktor tersebut merupakan konsepsi baku dalam implementasi pembangunan sektor air bersih. Secara teknis dan operasional, hal tersebut diimplementasikan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sebagai lembaga ekonomi satu-satunya penyelenggara dan penyedia air bersih di Parepare,” urainya.
Implikasinya, sambung Songko Cella’e, kinerja PDAM menjadi ukuran penting dan menjadi harapan bagi keberhasilan kebijakan sektor air bersih.

Oleh karena itu, menurut paslon tandeman Partai Golkar, PAN, PKB dan PPI itu, strategi pengembangan sektor air bersih dispesifikkan ke dalam aspek sosial, ekonomi dan lingkungan. Hal tersebut diharapkan akan menghasilkan dampak positif dalam masing-masing aspek secara proporsional, berkelanjutan, dan membawa peningkatan kesejahteraan (social benefit).

“Membangun penyediaan sarana air bersih yang baik akan menghasilkan manfaat ekonomi, melindungi lingkungan hidup, dan vital bagi kesehatan warga,” pungkasnya,” tutupnya.

Sumber: ajatapparengnews.com

http://bit.ly/18Hav1Z

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s